Bisnis

Tak Punya Kebun Sawit, Masyarakat Jombang Bisa Kembangkan Produk Turunannya

Senin, 03 Okt 2022 – 18:42 WIB

Foto: BPDPKS

Bisa dikatakan, tak satu pun tumbuh pohon kelapa sawit di Kabupaten Jombang. Akan tetapi, masyarakat sangat gandrung dengan produk turunannya. Tak kurang dari Rp200 miliar perputaran uang dari produk turunan sawit di kabupaten tersebut.

“Sangat banyak jenis dan produk turunan kelapa sawit. Bahkan, setiap hari, hidup masyarakat Indonesia sudah terbiasa menggunakan produk-produk turunan kelapa sawit, seperti minyak goreng, mentega, farmasi, biodiesel dan masih banyak lagi,” kata Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PPP Ema Umiyyatul Chusnah dalam Sosialisasi dan Expo Sawit Baik Indonesia 2022 di Jombang pada pekan terakhir September 2022.

Ia membeberkan, Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Luas lahannya mencapai lebih dari 15 juta hektare yang membentang luas di Tanah Air.

“Indonesia sangat kaya akan kelapa sawit, tetapi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tidak tumbuh perkebunan kelapa sawit karena tidak tersedia lahannya,” timpal dia.

Meski begitu, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberikan kesempatan kepada masyarakat Jombang untuk mengenal lebih dekat dengan komoditas kelapa sawit melalui program Sosialisasi dan Expo Sawit Baik Indonesia 2022. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Komisi IV DPR, BPDPKS dan Jaringan Indonesia Muda (JIM).

Masyarakat Jombang Bisa Kembangkan Produk Turunannya - inilah.com
(Foto: Humas BPDPKS)

Ema menjelaskan, sangat banyak produk kelapa sawit yang baik dan dinikmati langsung oleh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Jombang. “Seperti minyak goreng yang beberapa waktu lalu, sangat merasakan mahalnya harga minyak goreng, tetapi sekarang sudah stabil,” katanya.

Dia menjelaskan tentang BPDPKS yang merupakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang memiliki anggaran yang sangat besar. Dia pun berharap, dengan adanya kekayaan Indonesia terkait dengan perkebunan kelapa sawit, kegiatan sosialisasi pengenalan kelapa sawit sangat dibutuhkan agar kelapa sawit makin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Menurut dia, setiap tahun diperkirakan perpuratan uang dari produk turunan kelapa sawit di Kabupaten Jombang mencapai lebih dari Rp200 miliar. “Kegiatan Sosialisasi dan Expo Sawit Baik diharapkan dapat disosialisasikan lebih sering lagi di Jombang,” katanya.

Bupati Jombang Mundjidah Wahab menyampaikan terima kasih atas dilaksanakannya Aspekpir khususnya kepada Anggota Komisi IV DPR RI. “Walaupun di Jombang tidak ada perkebunan sawit akan tetapi pengolahan bisa dilaksanakan di Jombang. Untuk itu mudah mudahan dengan adanya sosialisasi ini ning Ema bisa mengapresiasi adanya pengolahan kelapa sawit untuk ada di kabupaten Jombang ini,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut dia mengatakan semoga uraian dan ilmu pengetahuan karena kita semua ini adalah Jer Basuki Mawa Beya yang artinya setiap keinginan, cita cita dan kebahagiaan pasti membutuhkan biaya, baik berbentuk uang, tenaga pikiran atau pengorbanan.

Wakil ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Agus Sutarman mengatakan bahwa kegiatan hari ini dilaksanakan dalam rangka menginformasikan kalau memang kelapa sawit adalah komoditas sangat baik.

Tidak seperti yang dikatakan orang luar bahwa sawit itu jelek dan berpengaruh ke lingkungan kesehatan manusia. Dari awal kita bangun tidur sampai bangun tidur lagi itu adalah mengandung sawit, contoh dari sabun mandi, pasta gigi, kosmetik minyak goreng, obat-obatan semua tidak lepas dari sawit.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia tidak ada harapan lain selain kelapa sawit. Awal sebelum adanya kelapa sawit kita menggunakan kelapa biasa, kelapa rakyat atau kelapa dalam. Karena kelapa dalam sudah tua dan tidak regenerasi maka tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Maka penggantinya adalah kelapa sawit,” ungkap Sutarman.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button