Kanal

Semarak Festival UMKM Kemenkeu Satu Jawa Timur

Senin, 03 Okt 2022 – 21:25 WIB

(foto Bea Cukai)

Sebagai bentuk kepedulian Kementerian Keuangan dalam mendorong perekonomian Jawa Timur bangkit pascapandemi COVID-19, yang selaras dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), seluruh unit vertikal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di wilayah Jawa Timur (Jatim) yang tergabung dalam Kemenkeu Satu Jatim menyelenggarakan festival UMKM bertajuk ‘UMKM Jatim Bangkit, Ekonomi Melejit’.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 28-30 September 2022 di Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jatim I tersebut menjadi wadah bagi UMKM untuk dapat memasarkan produknya, bertukar ilmu antarpelaku UMKM, dan kesempatan untuk Kemenkeu dalam mengenalkan berbagai program dukungan pemberdayaan UMKM.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim I, Padmoyo Tri Wikanto, mengatakan acara yang dibuka dengan pemukulan kentongan oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa ini juga ditujukan untuk mempererat sinergi dengan pemerintah daerah, dinas, dan instansi terkait dalam rangka pemberdayaan UMKM.

“Seperti yang disampaikan oleh Staf Ahli Kemenkeu Bidang Penerimaan Negara, Oza Olavia, bahwa saat ini ada lebih dari 64 juta UMKM di Indonesia yang berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) lebih dari 61 persen, dengan nilai sekitar Rp574 triliun. Artinya, para pelaku UMKM memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia dan telah menjadi salah satu motor penggerak perekonomian kita. Untuk itu, Kemenkeu merangkul semua pihak, mulai dari pemda, instansi terkait, hingga pihak swasta untuk terus mendukung UMKM, termasuk melalui penyelenggaraan Festival UMKM Kemenkeu Satu Jawa Timur ini,” ujarnya dalam acara yang turut dihadiri Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Jatim John Hutagaol, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman, Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia, dan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.

Disebutkan Padmoyo, pada hari pertama pelaksanaan festival, digelar Seminar Sinergi Kemenkeu dalam Pemberdayaan UMKM Jatim dengan bahasan program-program Kemenkeu dalam mendukung kemajuan UMKM.

“Salah satu program yang membantu UMKM adalah Klinik Ekspor yang menjadi wadah asistensi pelaku UMKM mulai dari mengurus perizinan nomor induk berusaha (NIB) ekspor, packaging, hingga menemukan pembeli melalui kegiatan business matching, yang merupakan kolaborasi Kemenkeu dengan atase keuangan dan atase perdagangan di beberapa negara. Program ini pun disebut oleh salah seorang pelaku UMKM dengan produk sarang burung walet, Uly Sarojah, dalam acara ini. Beliau berkesempatan berbagi cerita, kesan, dan pesan atas peran pemerintah dalam mendorong usahanya hingga mampu menembus pasar global. Dengan bantuan Klinik Ekspor, saat ini produknya telah diekspor ke Hongkong dan Jepang,” katanya.

Lalu, pada hari kedua pelaksanaan festival ada empat rangkaian kegiatan yang digelar, yaitu pengenalan batik sawit lewat peragaan busana dan sosialisasi peluang UMKM berbasis sawit, gelar wicara pemberdayaan UMKM Jatim, talkshow ‘UMKM Jatim Bangkit Menuju Pasar Global’, dan pengenalan manfaat minyak sawit merah lewat demo dan lomba memasak.

“Dari rangkaian kegiatan di hari kedua, diketahui bahwa di balik tantangan yang dihadapi UMKM dalam menembus pasar global, masih banyak peluang dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta dukungan penuh dari pemerintah beserta stakeholder. Peluang inilah yang harus dimanfaatkan para pelaku UMKM dan dari acara ini diharapkan muncul ide-ide baru untuk pendampingan dan asistensi UMKM hingga produknya dapat mendunia,” kata Padmoyo.

Di hari terakhir festival, Padmoyo menyebutkan kegiatan yang digelar di antaranya fun bike, live lelang produk UMKM Jatim, focus group discussion roadmap pengembangan sarana prasarana oleh BPDPKS, serta festival band dan penampilan ludruk.

“Besar harapan, rangkaian kegiatan Festival UMKM yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut ini dapat membuahkan hasil yang bermanfaat bagi UMKM dan seluruh pihak yang terlibat dalam pemberdayaan UMKM Jawa Timur. Selain itu, kegiatan-kegiatan lain dalam rangka pemberdayaan UMKM juga dapat dilakukan secara kontinu dan konsisten hingga semakin banyak UMKM yang dapat menembus pasar global dan dapat menggerakkan roda perekonomian Indonesia,” tandasnya.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button