Market

China Buka Perbatasan Dorong Harga Minyak Naik Lebih 1 Persen

Landainya COVID-19 di China yang ditandai dengan pembukaan perbatasan, berdampak langsung kepada naiknya harga minyak lebih dari 1 persen di akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB, 10/1/2023).

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Februari terangkat 86 sen atau 1,2 persen, menjadi 74,63 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret meningkat 1,08 dolar AS, atau 1,4 persen, menjadi ditutup pada 79,65 per barel di London ICE Futures Exchange.

Reli tersebut merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas untuk sentimen risiko yang didukung pembukaan kembali importir minyak mentah terbesar dunia, dan harapan untuk kenaikan suku bunga AS yang tidak terlalu agresif, dengan ekuitas meningkat dan dolar melemah.

“Pembukaan kembali ekonomi China secara bertahap akan memberikan dukungan harga tambahan dan tak terukur,” kata Tamas Varga dari pialang minyak PVM.

Reli tersebut mengikuti penurunan harga pada minggu lalu, lebih dari 8,0 persen untuk kedua harga acuan minyak, penurunan mingguan terbesar mereka pada awal tahun sejak 2016.

Sebagai bagian dari “fase baru” dalam perang melawan COVID-19, China membuka perbatasannya pada akhir pekan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Di dalam negeri, sekitar 2 miliar perjalanan diperkirakan selama musim Tahun Baru Imlek, atau hampir dua kali lipat ketimbang tahun lalu, dan 70 persen meningkat ketimbang 2019, menurut Beijing.

Dalam perkembangan khusus minyak, China menerbitkan kuota impor minyak mentah gelombang kedua 2023, menurut sumber dan dokumen yang ditinjau oleh Reuters, meningkatkan total untuk tahun ini sebesar 20 persen dari waktu yang sama tahun lalu.

Meskipun minyak naik pada Senin (9/1), masih ada kekhawatiran bahwa arus besar wisatawan China dapat menyebabkan lonjakan infeksi COVID-19 sementara kekhawatiran ekonomi yang lebih luas juga masih ada.

Kekhawatiran itu tercermin dalam struktur pasar minyak. Baik kontrak jangka pendek Brent dan minyak mentah AS diperdagangkan dengan diskon hingga bulan depan, struktur yang dikenal sebagai “contango”, yang biasanya menunjukkan sentimen “bearish”.

Sementara itu, rumah tangga AS melihat inflasi jangka pendek yang lebih lemah dan mengharapkan pengeluaran yang lebih sedikit, bahkan ketika mereka memperkirakan pendapatan mereka terus meningkat, Federal Reserve New York mengatakan Senin (9/1) dalam Survei Ekspektasi Konsumen Desember.

Bank melaporkan bahwa responden survei bulanannya mengatakan mereka memperkirakan inflasi setahun dari sekarang sebesar 5,0 persen dari 5,2 persen pada November, untuk pembacaan terendah sejak Juli 2021.

“Data Fed New York akan mendukung harga minyak, karena menunjukkan bahwa inflasi telah memuncak,” kata Phil Flynn, analis di grup Price Futures.

Back to top button