News

Transaksi Uang Palsu di Bekasi, 2 Orang Ditangkap


Polres Metro Bekasi mengungkap kasus pembuatan serta peredaran uang palsu di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dua pelaku masing-masing berinisial GP dan SD, diamankan petugas kepolisian saat menjalankan aksinya mengedarkan uang palsu.

“Para pelaku membuat uang palsu untuk dijual atau diedarkan kembali dimana uang palsu pelaku jual dengan perbandingan satu banding lima,” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Polisi Twedi Aditya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (19/3).

Pada kasus itu, jika ada yang mau membeli uang palsu dari pelaku maka pelaku akan mendapatkan satu lembar uang asli pecahan Rp100 ribu. “Sedangkan pembeli mendapatkan lima lembar uang palsu Rp100 ribu,” katanya.

Twedi menjelaskan kronologi awal kasus pada Kamis (29/2) pelaku GP mendapatkan pesanan uang palsu melalui media sosial sebanyak Rp5 juta dengan sistem COD atau bayar di tempat.”Kemudian GP memberitahu SD ada pesanan ke daerah Cikarang dan minta diantarkan ke lokasi tersebut,” katanya.

Setelah melakukan pembayaran, kedua pelaku meninggalkan lokasi dan menuju sebuah SPBU. Saat itulah polisi menangkap keduanya dengan sejumlah bukti.

“Dari kedua pelaku tersebut, sejumlah barang bukti diamankan seperti alat pemotong kertas, 300 lembar kertas warna putih, 29 lem kertas, 12 botol tinta, 10 lembar plastik miko dan sejumlah barang lainnya,” kata Twedi.

Polisi menjerat kedua pelaku dengan Pasal 36 ayat 1 dan ayat 3 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Kemudian pasal 244 KUHP dan pasal 245 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp15 miliar.

Back to top button