Viral

Ferdy Sambo Resmi Dipecat, Pengungkapan Konsorsium 303 Jalan di Tempat

Pengungkapan skandal Konsorsium 303 jalan di tempat kendati Irjen Ferdy Sambo selaku pentolannya sudah resmi dipecat dari Polri, melalui vonis banding yang memperkuat keputusan etik pemberhentian tidak dengan hormat terhadap eks Kadiv Propam Polri itu. Sejak mencuatnya bagan Konsorsium 303 yang dipimpin Kaisar Sambo pada medio Agustus lalu, praktis tidak ada upaya Polri melakukan pemeriksaan terhadap nama-nama anggota yang masuk dalam bagan tersebut.

Menko Polhukam Mahfud MD menyebutkan, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri kini berada pada titik nadir setelah sebelumnya mencapai 72% atau menjadi yang tertinggi di antara lembaga penegak hukum lainnya. Posisi tertinggi sekarang ini disalip Kejaksaan Agung (Kejagung) yang belakangan mengungkap perkara-perkara korupsi besar.

Kendati demikian, Menko Mahfud tidak menyinggung runtuhnya kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara turut disumbang beredarnya bagan Konsorsium 303. Dia hanya menyinggung, kepercayaan terhadap Polri ambruk lantaran skenario pembunuhan Brigadir J yang menyeret Irjen Ferdy Sambo terungkap. “Kejagung nomor satu gara-gara kasus Sambo, Polri nomor empat,” kata Mahfud, di Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Lambannya pengungkapan Konsorsium 303 disorot oleh Indonesia Police Watch (IPW) yang menganggap Polri tidak mampu memeriksa bandar judi online berinisial RBT dan Yoga Susilo padahal keduanya ditengarai memberikan fasilitas mewah private jet kepada eks Karopaminal Brigjen Hendra Kurniawan, serta anak buah Ferdy Sambo lainnya. Di sisi lain, Timsus Polri, tidak mendalami temuan PPAT terkait aliran dana dengan total Rp155 triliun dari judi online yang turut diterima sejumlah polisi.

Ketua IPW Sugeng Teguh mengatakan, lebih menyedihkan lagi ketika sosok RBT yakni Robert Prianto Binosusatya diketahui berdomisili di Gunawarman, Jaksel, yang jika dilihat dari peta, lokasinya tepat di belakang Mabes Polri di Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru itu. “Jaraknya hanya 200 meter dari Mabes Polri,” ujar Teguh.

Dia menilai, keengganan mengungkap Konsorsium 303 patut diduga lantaran dilindungi Satgassus Merah Putih, satuan elite yang dipimpin Ferdy Sambo sejak 2020 dengan anggota mencapai ratusan orang.  “Tidak ada alasan bagi Timsus Polri atau Bareskrim Polri untuk tidak memproses hukum judi online kelompok Konsorsium 303, ketika Polri melakukan bersih-bersih di internalnya, aliran dana dari judi online yang masuk ke anggota-anggota Polri harus dibongkar secara terang benderang, bukan didiamkan,” kata dia.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button