Viral

Priiiit…… Jokowi Terdeteksi “Offside”

Minggu, 27 Nov 2022 – 08:06 WIB

Teriakan Tiga Periode, Relawan Jokowi Terlalu Banyak Berhalusinasi - inilah.com

Presiden Jokowi menghadiri acara silaturahmi yang digelar relawan di Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). (Foto: Inilah.com/Diana Rizky)

Gelaran Silaturahmi Nasional Relawan Jokowi yang digelar di GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11/2022), berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan peserta yang tak sedikit berasal dari luar Jakarta, menggunakan bus-bus yang terparkir di jalur TransJakarta dan membuat kemacetan di kawasan Sudirman-Slipi. Presiden Jokowi hadir di tengah-tengah relawan memberi sambutan, yang salah satunya menyinggung soal kepemimpinan. Kali ini, ibarat permainan sepak bola, eks Wali Kota Solo dan Gubernur DKI terdeteksi melakukan pelanggaran (offside) karena mendahului bola.

Pelanggaran yang dimaksud yakni ucapannya yang secara spesifik membeberkan ciri-ciri pemimpin tepat bagi rakyat, banyak kerutan dan berambut putih. Ciri-ciri itu dipersepsikan dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yang berdasarkan gelaran Musyawarah Rakyat (Musra) di sejumlah daerah, menjadi salah satu kandidat kuat capres pada Pilpres 2024. Sebagai Kepala Negara, Jokowi seharusnya netral, tidak mendikte rakyat apalagi menyuarakan aspirasinya dengan menggalang massa dalam wadah relawan.

“Jokowi sebagai presiden tidak boleh mengarahkan atau mendukung salah satu calon presiden. Mendukung semuanya saja enggak boleh, nanti iri-irian,” kata pengamat politik Hendri Satrio, kepada Inilah.com, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Jokowi, Relawan, Gerakan Nusantara Bersatu, GBK, GBK Senaya, Stadion GBK, Relawan Jokowi, Bersatu,- inilah.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pidato saat menghadiri acara Silaturahmi Nasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).

Menurutnya, pernyataan Jokowi masuk kategori serius karena mengancam demokrasi. Kehadiran Jokowi dalam acara yang bertemakan “Nusantara Bersatu: Satu Komando untuk Indonesia” juga seperti demonstrasi kekuatan untuk menunjukkan posisi tawarnya, yang bukan ketum parpol namun presiden dua periode dan dalam sisa kepemimpinannya, rakyat menunggu legacy yang ditinggalkan untuk bangsa ini.

“Sebagai Kepala Negara seharusnya tidak menjadi king maker, dihormati demokrasinya, supaya sehat,” lanjut sosok yang akrab disapa Hensat.

Pernyataan Jokowi yang menyebut ciri-ciri pemimpin secara fisik baru kali ini diucapkan. Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, Jokowi menyiratkan memberi restu kepada Prabowo Subianto dan Airlangga Hartarto, dua menteri kabinet untuk maju nyapres. Namun keduanya diketahui tidak berambut putih, Prabowo yang memiliki rekam jejak sebagai kombatan bahkan tidak memiliki banyak kerutan di wajahnya.

Dalam acara HUT Golkar, Oktober 2022 lalu, ketika memuji Airlangga sebagai sosok yang memiliki jam terbang sebagai pemimpin, Jokowi mengingatkan untuk hati-hati menentukan pilihan mengusung capres. Dalam gelaran silaturahmi dengan simpul-simpul relawan, Jokowi juga mengingatkan untuk tidak grusa grusu dalam mengusung capres. Dalam gelaran Silaturahmi Nasional di GBK, Jokowi tampil beda, mengingatkan relawan untuk mendukung pemimpin dengan ciri fisik kerutan di wajah dan beruban yang diartikannya sebagai sosok peduli dengan rakyat.

Hensat tidak menampik, pernyataan Jokowi soal ciri-ciri fisik pemimpin yang dimaksud yakni Ganjar Pranowo. Hensat mengingatkan Jokowi untuk menghentikan pernyataan-pernyataan kontroversial yang bisa menunjukkan Kepala Negara tidak netral. Apalagi, Jokowi kerap meminta agar kondisi politik tidak panas, walaupun hangat, cepat dingin kembali sebagaimana yang disampaikan dalam Munas HIPMI, belum lama ini.

Dalam gelaran Silaturahmi Nasional di GBK, Jokowi yang tiba pukul 08.17 WIB, mengingatkan kembali relawannya untuk hati-hati memilih pemimpin, dengan menekankan pemimpin yang dibutuhkan yakni sosok yang mengerti perasaan rakyat. “Jangan sampai kita memilih pemimpin yang nanti hanya senangnya duduk di istana yang AC-nya dingin, jangan sampai saya ulang, jangan sampai kita memilih pemimpin yang senang duduk di istana yang AC-nya sangat dingin,” tekan Jokowi.

Jokowi lantas membeberkan ciri-ciri pemimpin bisa dilihat dari penampilannya, bukan yang berpenampilan cling yang dibutuhkan, tetapi sosok yang mengerti keragaman Indonesia dan memiliki kerutan di wajah serta berambut putih. “Kelihatan banyak kerutan di wajahnya karena mikirin rakyat, ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua. Jadi pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari penampilannya,” tuturnya.

“Kalau wajahnya cling bersih, tidak ada kerutan di wajahnya hati-hati”.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button