Inersia

Lima Hal tentang Gas Air Mata

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan lima hal tentang gas air mata. Apa saja?

Pertama, beberapa bahan kimia yang digunakan pada gad air mata dapat saja dalam bentuk chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), dan dibenzoxazepine (CR).

Kedua, gas air mata secara umum dapat menimbulkan dampak pada kulit, mata dan paru serta saluran napas.

Ketiga, gejala akutnya di paru dan saluran napas dapat berupa dada berat, batuk, tenggorokan seperti tercekik, batuk, bising mengi, dan sesak napas. Pada keadaan tertentu dapat terjadi gawat napas (respiratory distress).

Masih tentang dampak di paru, mereka yang sudah punya penyakit asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) maka kalau terkena gas air mata maka dapat terjadi serangan sesak napas akut yang bukan tidak mungkin berujung di gagal napas (respiratory failure).

Keempat, selain di saluran napas maka gejala lain adalah rasa terbakar di mata, mulut dan hidung. Lalu dapat juga berupa pandangan kabur dan kesulitan menelan. Juga dapat terjadi semacam luka bakar kimiawi dan reaksi alergi.

Kelima, walaupun dampak utama gas air mata adalah dampak akut yang segera timbul, ternyata pada keadaan tertentu dapat terjadi dampak kronik berkepanjangan. Hal ini terutama kalau paparan berkepanjangan, dalam dosis tinggi dan apalagi kalau di ruangan tertutup.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022), gas air mata ditembakkan oleh kepolisian karena suporter berbuat anarkis.

Awalnya pertandingan berjalan lancar sampai peluit akhir dibunyikan. Namun, pendukung Arema tidak terima dengan kekalahan timnya dan merangsek masuk ke lapangan mengejar pemain dan lainnya. Polisi pun menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter sehingga jatuh banyak korban jiwa akibat terinjak-injak saat berdesakan untuk keluar stadion.

Sampai tulisan ini dipublikasi, korban meninggal dunia sudah mencapai 129 orang (keterangan resmi pihak kepolisian) dan terus bertambah, ratusan lainnya luka-luka, masih dirawat di rumah sakit.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button