Viral

Giring Kena Sindir Netizen: Siang Bilang Gak Bahas Politik, Sorenya Deklarasi Ganjar Capres

Ketua Umum PSI Giring Ganesha jadi cibiran netizen usai pernyataannya yang tidak konsisten. Giring dalam cuitannya yang kini sudah dihapus, menulis bahwa PSI tidak akan membicarakan politik di tengah suasana duka mendalam terkait Tragedi Kanjuruhan.

“Hilangnya ratusan nyawa di #kanjuruhan membuat kami di @psi_id menyingkirkan bahasan politik sementara, deklarasi capres di tengah kedukaan tentu menyisakan rasa nir empati. PSI konsisten menolak pemimpin pengusung politik identitas,” tulis Giring. Namun selang beberapa jam, cuitan tersebut dihapus.

Cuitan tersebut tercatat di posting mantan vokalis Nidji sekitar pukul 11.00 WIB.

Namun pada pukul 17.00 WIB, PSI mengumumkan deklarasi Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres).

Deklarasi itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie yang mengeklaim deklarasi Ganjar sebagai capres merupakan hasil forum Rembuk Rakyat yang diselenggarakan sejak Februari 2022.

Tankapan Layar Cuitan Ketum Psi Giring Ganesha Serta Deklarasi Capres - inilah.com
Tankapan Layar Cuitan Ketum PSI Giring Ganesha Serta Deklarasi Capres

“Dari hasil Rembuk Rakyat itu, kami mengumumkan bahwa Partai Solidaritas Indonesia akan mencalonkan Pak Ganjar Pranowo sebagai calon presiden PSI di tahun 2024,” kata Grace dalam konferensi pers, Senin (3/10/2022) sore.

Soal cuitan Ketum Giring, Grace berkilah PSI sudah bergerak untuk ikut membantu penanganan Tragedi Kanjuruhan.

“Saya cek juga betul ada cuitan Bro Giring demikian, dan sejak kami mendengar peristiwa tragedi di Malang, segenap pengurus dan kader sudah bergerak semua. Jadi kami sudah melakukan apa yang kami bisa, PSI Kota Malang sampai saat ini masih terus melakukan penggalangan dana, dan seluruh kader serta pengurus sudah di instruksikan membantu korban,” kata Grace.

Grace mengatakan PSI juga berkewajiban untuk mengumumkan hasil rembuk rakyat yang sudah digalangnya sejak Februari tahun lalu. Menurutnya, rembuk rakyat itu aspirasi masyarakat yang harus diumumkan.

“Jadi kami sudah melakukan apa yang kami bisa sesuai kapastias kami, dan hari ini kami juga punya tanggung jawab kepada masyarakat Indonesia yang sudah kami tanyai pendapatnya sejak Februari tahun lalu, terkait dengan siapa pemimpin yang mereka inginkan untuk menggantikan Pak Jokowi. Jadi dua-duanya kami jalankan secara paralel tidak ada yang tidak prioritas,” ujarnya.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button