Market

Foto-foto di Gunung Bromo Kena Tarif Rp250 Ribu dan Rekam Video Rp1 Juta

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) membenarkan adanya tarif khusus yang pengelola kenakan kepada pengunjung. Tarif ini terkait dengan pengambilan foto dan video yang pengunjung lakukan di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur.

Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi dan Humas BB TNBTS Sarif Hidayat mengatakan, besaran tarif untuk pengambilan gambar itu sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2014.

Mungkin anda suka

“Iya benar (sesuai dengan PP Nomor 12/2014),” kata Sarif di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (8/6/2022).

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014 Tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku. Pada Kementerian Kehutanan ada sejumlah besaran tarif yang pemerintah tetapkan untuk pengambilan gambar di kawasan taman nasional.

Dalam aturan tersebut, menyebut bahwa jenis PNPB untuk snapshot film komersial di kawasan taman nasional sebesar Rp10 juta per paket. Untuk penggunaan handycam kena tarif Rp1 juta per paket dan foto Rp250 ribu per paket.

“Pungutan jasa kegiatan wisata alam di TNBTS telah diterapkan sejak berlakunya PP Nomor 12 tahun 2014 dan disetorkan ke kas negara sebagai PNBP sesuai ketentuan perundangan,” katanya.

Sebelumnya beredar pada sebuah akun media sosial di Instagram yang menunjukkan bukti pembayaran pengambilan foto di kawasan TNBTS. Akun itu menyebut pengelola mengenakan tarif sebesar Rp1 juta untuk kegiatan pengambilan gambar.

Unggahan tersebut mendapatkan sejumlah tanggapan dari masyarakat karena menganggap terlalu mahal dan mempertanyakan dasar penetapan besaran tarif tersebut.

Sarif menjelaskan, pada 3 Juni 2022 petugas Balai Besar TNBTS menjumpai adanya aktivitas snapshot film di kawasan Laut Pasir Bromo oleh kurang lebih sebanyak 20 orang. Dengan adanya aktivitas itu, petugas menjelaskan adanya pungutan sesuai dengan ketentuan.

“Petugas meyakini bahwa selain melakukan kegiatan fotografi, juga melakukan pengambilan video yang ditujukan untuk pembuatan vlog atau publikasi dengan tujuan komersil,” katanya.

Pungutan sebesar Rp1 juta yang termasuk PNBP tersebut, sudah masuk ke bendahara ke kas negara.[ipe]

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button