Bisnis

China Bangun Pembangkit Biomassa untuk 16 Perusahaan di Bengkulu

Investor China melakukan penjajakan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTMb) guna pemenuhan energi di Kabupaten (Pekab) Mukomuko, Bengkulu. Gayung bersambut, pemerintah setempat pun mendukungnya.

“Kita sudah menyerahkan data dan informasi yang dibutuhkan oleh investor. Kita berharap pembangunan tahun ini,” kata Kepala Dinas Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan dan Tenaga Kerja Kabupaten Mukomuko Juni Kurniadiana di Mukomuko, Sabtu (4/2/2022).

Investor dari China sebelumnya melakukan survey di daerah ini untuk mengetahui kekurangan dan kebutuhan tenaga listrik, serta ketersediaan bahan baku tandan kosong untuk PLTMb.

Ia mengatakan, investor telah melakukan survey kebutuhan tenaga listrik di 16 perusahaan perkebunan dan pengolahan minyak mentah kelapa sawit atau CPO.

“Mereka sudah survey kebutuhan tenaga listrik di perusahaan, termasuk di PLN karena mereka membangun PLTMb untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk seluruh pelanggan PLN,” ujarnya.

Selain itu, katanya, mereka juga sudah mendapatkan data dan informasi terkait jumlah tandan sawit yang digunakan sebagai bahan baku PLTMb.

Menurutnya, PLTMb ini selain untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam daerah ini dan luar daerah hingga ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara.

Ia mengatakan, investor rencananya membangun PLTMb di Kecamatan Teramang Jaya atau dekat dengan pelabuhan pengiriman minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di kawasan Kubang Badak.

Keberadaan PLTMb di kawasan Kubang Badak, Kecamatan Teramang Jaya tersebut dapat membantu operasional pelabuhan CPO di daerah ini.

Ia mengatakan, pembangunan PLTMb selain dapat memenuhi kebutuhan energi listrik serta dapat menambah investasi di daerah ini dan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyebutkan realisasi investasi sejak Januari hingga Desember 2022 mencapai Rp1 triliun, atau sekitar 60 persen dari target sebesar Rp1,5 triliun.

Target investasi tahun lalu tidak tercapai karena usulan pembangunan empat pabrik minyak mentah kelapa sawit dan pelabuhan CPO belum berjalan, demikian Juni Kurniadiana.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button