Viral

Airlangga Dinilai Tepat Instruksikan Kader Golkar Aktif di Media Sosial

Senin, 29 Agu 2022 – 19:31 WIB

Mungkin anda suka

(Foto: inilah.com/Agus Priatna)

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan Ketua Umum Airlangga Hartarto meminta seluruh kader untuk aktif di media sosial. Langkah itu dilakukan sebagai cara untuk mengenalkan Airlangga sebagai Capres 2024.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai kebijakan itu sebagai langkah yang tepat.

“Saya melihatnya sebagai langkah yang pas yang dilakukan oleh Airlangga,” kata Ujang, Senin (29/8/2022).

Sebagai Ketua Umum Partai besar di Indonesia dan sebagai Menko Perekonomian, Airlangga mempunyai peran strategis dalam politik dan pemerintah.

“Oleh karena itu media sosial menjadi sesuatu yang wajib, sesuatu yang harus dimainkan secara baik oleh para kader Golkar. Tujuannya untuk menaikkan elektabilitas Pak Airlangga dan juga untuk menaikkan elektabilitas Golkar. Begitu juga untuk bisa saja meredam serangan-serangan dari lawan politik yang ingin nanti kritik terkait dengan kenaikan harga BBM,” sebut Ujang.

Meski demikian, Ujang memberi catatan terkait pemanfaatan media sosial. Menurutnya, keaktifan di media sosial akan membuahkan hasil ketika dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

“Artinya kan penggunaan media sosial juga tidak sporadis. Jadi kan harus dilihat juga apa pesannya, siapa pengisi kontennya, lalu siapa saja segmentasinya. Walaupun masing-masing pribadi, tetapi kan isunya harus sama, tidak boleh beda. Oleh karena itu harus di-setting betul, didesain betul media sosial itu dengan cara-cara yang baik, dengan konten-konten yang positif,” tuturnya.

Menurutnya, media sosial sesuatu yang tidak bisa dihindari dan harus dimanfaatkan untuk berbagai hal positif.

“Jadi media sosial digunakan untuk hal-hal yang positif, jangan hal-hal yang negatif. Bukan untuk menebar hoax, memecah belah masyarakat, tetapi untuk bersosialisasi, berkampanye,” pungkasnya.

Paparkan Kinerja

Sementara itu, Pengamat Media Sosial dari Komunikonten Hariqo Satria menyatakan bahwa saluran media sosial harus digunakan para politisi untuk mengkomunikasikan program dan menepati janji kampanye. Konten yang dihasilkan tentunya harus informatif dan seturut selera penggunanya.

“Kaitan dengan pejabat publik lewat sosial media dia memberikan informasi dan menjawab semua janji-janji. Namun yang itu agak kurang, ya keberanian dari pejabat menunjukan janji saya ini dan ini lho sudah dipenuhi. Dari situ bisa muncul keterbukaan, termasuk memberi informasi juga jika ada kendala-kendala,” katanya.

Konten yang ditampilkan para elit politik, sambungnya, harus informatif dan kekinian. “Dalam lima tahun terakhir, trend itu vide. Belakangan masyarakat suka dengan konten yang mendalam, orang mencari podcast yang berkualitas,” ujar Hariqo.

Ia menambahkan, konten video yang diminati juga, singkat padat, satu video satu pesan, dan dilengkapi tautan ke laporan kinerja maupun aktivitas politisi tersebut.

Keberadaan sosial media, menurutnya, harus menjadi jembatan bagi politisi dan konstituennya. Bukan sekedar pamer citra diri untuk menggalang suara. “Calon pemimpin dengan visi misi, dengan kekurangan dan kelebihannya. Diibaratkan film action, Superhero saja bisa kalah, namun akhirnya menang juga karena benar,” pungkasnya.

Beri Komentar (menggunakan Facebook)

Back to top button